Pukul Enam Petang
Manakala lembayung berwarna redup
Hatinya menanti penuh degup
Ketibaan kekasih yang melanglang jauh
Sang puan bersandar pada setianya yang utuh
Di kejauhan temaram
Resahnya urung mereda
Saban petang telinganya dengarkan
Tiap suara langkah di depan beranda
Konon cinta membuatnya lemah
Sebab rindu membelenggu dan membuatnya gergerak tak leluasa
Dalam rapuh ingin ia akhiri ikatan yang kadang kala membuat jenuh
Namun sekali lagi setia membuatnya percaya begitu penuh
Setelah sekian petang, sang puan akhiri penantiannya
Menutup segala harap dan pintu yang sedari lama selalu terbuka
Pada pukul enam petang sang kekasih akhirnya pulang
Namun sayang hati sang puan sudah tidak lagi disana
