Ketika Pulang
Kususuri bentangan jarak yang tak terkirakan jumlah kilometernya
Kutinggalkan pagi hingga gelap menghampiri tatkala kembali
Aku menjadi sebuah harapan yang tidak begitu besar
Dari mimpi keluarga yang sebetulnya tidak menggantungkannya
Bagi mereka; aku cukuplah menjadi manusia
Namun, aku memutuskan pergi
Mencari potensi materi yang bisa dimiliki
Demi keinginan untuk belajar memikul segala beban seorang diri dan seterusnya untuk bisa belajar hidup mandiri
Atau untuk pengetahuan yang kelak bisa diamalkan untuk suatu hari ketika aku menjadi seseorang yang benar-benar dewasa
Hingga, akhirnya aku menjauh
Meninggalkan jejak-jejak di jalan setapak yang biasa dipijak
Meninggalkan rutinitas yang telah hafal betul di lingkungan sekitar
Meninggalkan sahabat yang begitu erat
Meninggalkan rumah yang telah begitu ramah
Pada tempat baru dimana aku menetap
Ada ingar bingar yang terasa sepi
Keramaian yang begitu asing
Perasaan yang begitu hampa
Sampai setelah sekian lama
Seketika suara kecil mengetuk hati; aku rindu
Ada hasrat ingin kembali
Pulang, pada dekapan kehangatan
Pada sebuah bahtera kehidupan
Pada kasih yang telah membesarkan
Walau perlahan ada yang mulai berubah
Ada yang terus tumbuh
Ibu yang semakin menua
Kulitnya yang mulai keriput
Rambut bapak yang mulai memutih
Adik yang kian tumbuh dewasa
Hingga pohon yang begitu rindang di beranda rumah
Kemudian seiring waktu ada yang sudah meninggalkan
Untuk selama-lamanya
Tanpa tahu kapan terakhir kali bersua
Pergi tanpa ucapan selamat tinggal
Tanpa pelukan dan tegur sama tentang kabar
Hanya kisahnya yang bisa dikenang ketika pulang
Hidup ternyata selalu tentang pertaruhan
Aku melewatkan setiap pertumbuhan di sepanjang pengelanaan
Lalu, ada yang turut pergi ketika aku pergi
Ada yang telah berpulang ketika aku pulang
Dengarkan Audio
