Detak
Pada detak yang kerap kali menemani tiap langkah
Sering kutersungkur pada sebuah arah yang salah
Tergiring menuju jalan kelam
Ketika mata sama sekali tak memejam
Pada detak yang kerap kali menemani tiap helaan napas
Selalu kugenggam sesuatu yang semestinya dilepas
Memaksakan ihwal yang sekadar hasrat
Tanpa pernah sekali pun bermunajat dengan khidmat
Pada detak yang kerap kali menemani setiap ragu
Kerap kupertahankan sebuah hal tabu
Dari keteguhan yang tak pernah utuh
Sebab kebaikan yang tiada pernah kurengkuh
Pada detak yang kerap kali menemani setiap bimbang
Tak pernah diri benar-benar berjuang
Melangkah pada garis kepastian
Ketika gamang memusnahkan harapan
Pada detak yang kerap kali menemani setiap syukur
Tiba masa pada akhirnya hati hancur
Membawa tanya “siapa diri?” dan tertegun
