Lebur
Kau adalah ketiadaan
Yang kerap kusebut ketika merapal doa
Kau adalah keheningan
Yang semakin dekat di setiap detak
Kau adalah kepastian
Yang hadirnya akan menyayat kehangatan
Kau adalah hal tabu
Yang mendekap lirih sekujur tubuh
Kau adalah penantian yang bias
Pengantar pada ruang tak terbatas
Kau mendekam jiwa yang rapuh
Hingga cinta datang dan bersauh
Hanya denting masa
Kelak pertemukan kita di satu titik
Kau membawaku larung di telaga samsara
Menuju muara dengan biduk sisa hidup yang pelik
Kemudian aku melebur dengan waktu
Menjadi rangkaian cerita yang dinarasikan
Doa berbalik menjadi pengiringiku
Aku, menjadi kenang yang terlupakan
Dan aku tiada
Sekat memisah dua ruang berbeda
Meski tiada henti kurapalkan doa
Kalimat tanya tiada jua kunjung reda
