Merangkum Capaian
Satu tahun lagi telah berlalu, ketika kita baru saja menghitung kejadian apa saja yang sudah kita lalui dalam jangka waktu setahun belakangan
Mari sejenak kita ingat berapa banyak target yang sudah tercapai sepanjang tahun lalu.
Apa sudah semuanya?
Baru setengah?
Hanya satu?
Atau bahkan belum ada yang tercapai sama sekali.
Tak apa, mari sejenak tarik napas lebih panjang...
Di tahun yang sudah berlalu, kamu, kita, sudah luar biasa menjalani hari-hari yang sungguh menguras energi, mengalami begitu banyak kegagalan, menguras air mata, penuh pelik, rasa sakit, kehilangan hingga patah hati.
Namun lihatlah hari ini, di awal tahun ini kamu masih bisa tersenyum sumringah, masih bisa menikmati waktu petang dengan tenang seiring hujan yang kerap datang, masih bisa tertawa lepas kala menonton video-video pendek di media sosial, masih bisa mereguk secangkir kopi untuk sedikit menahan kantuk, masih bisa tertawa lepas dengan rekan sejawat seusai jam kerja lewat
Tidak apa jika target yang kau susun sedemikian detail pada tahun lalu belum juga terwujud, mari kita bersiap dan mulai menyusun rencana untuk mewujudkan segala mimpi, target hingga rencana besar di tahun ini
Mari ingat setiap kegagalan dan tiap langkah yang salah untuk dibenahi, lalu pastikan hal itu tidak akan terulang kembali
Namun, sebelum hal itu dilakukan. Mari berhenti sejenak dan mengingat keseluruhan yang telah terjadi. Barangkali, sekalipun target dan tujuan kita belum ada yang terwujud, mana tau, di perjalanan kegagalan itu kita telah menjadi diri yang jauh lebih baik.
Sebab, tidak adil jika kita membandingkan capaian kita dengan capaian orang lain, karena sejatinya takaran kita menjadi lebih baik adalah perbandingan diri kita sendiri di hari ini, dengan diri kita di hari kemarin, dengan diri kita di tahun lalu atau bahkan dengan diri kita lima yang tahun lalu, coba ingat kembali perubahan apa saja yang tanpa kita sadari telah kita alami dan membuat kita menjadi diri yang lebih baik
Mungkin saja, dengan banyaknya kegagalan yang kamu alami, kamu memiliki hati yang lebih tabah, lebih kuat bahkan lebih lapang untuk menerima segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi di masa mendatang
Atau barangkali kamu sudah bisa bersikap lebih bijak lagi manakala orang sekitarmu membicarakan hal buruk tentangmu, kamu mulai bisa mengendalikan emosi saat kejadian tak terduga menerpamu, kamu sudah mulai tidak selalu menuruti ego ketika hendak memutuskan suatu hal
Hal kecil memang, tapi itulah yang paling dekat dengan dirimu, bagimu mungkin bukan sebuah pencapaian yang besar, tapi tanpa disadari hal-hal tersebutlah yang membuatmu menjadi versi yang lebih baik, yang akan membawamu pada mimpi-mimpi dan tujuanmu di masa mendatang
Kamu perlahan akan menyadari bahwa kita tidak akan pernah bisa membahagiakan semua orang, tidak bisa menjadi yang semua orang inginkan, maka mulai tahun ini jadilah dirimu sendiri, bentuklah dirimu menjadi versi paling terbaik dari dirimu, untuk tujuanmu, mimpi-mimpimu dan masa depanmu
Tapi, meskipun mimpi dan tujuanmu belum tercapai, jangan lupakan juga kemenangan-kemenangan kecil yang sudah diraih selama tahun-tahun yang lalu. Jangan pernah menganggap bahwa itu hanya keberuntungan semata sebab kamu merasa dirimu tidak pernah bisa melakukannya, itu adalah hasil manifestasimu selama ini, melakukan segala hal dengan tulus dan bersungguh-sungguh tanpa pernah menyerah hingga memiliki perasaan tidak takut akan kegagalan "nothing to lose" begitu barangkali bahasa kerennya
Mungkin kedepannya cara demikian bisa diterapkan juga, dengan memiliki perasaan tersebut setidaknya kita tidak akan begitu berharap pada hasilnya sehingga bisa lebih fokus memikirkan proses bukan hasil, sebab hasil selalu bergantung pada bagaimana kita berproses bukan?
atau tidak apa-apa juga, jika di tahun yang baru ini kita belum punya resolusi yang baru, tidak apa jika doa dan harapannya masih sama dengan tahun lalu, karena yang pasti kali ini pasrahnya akan lebih luas, hatinya akan lebih lapang, sabarnya akan lebih besar. Dengarkan Audio:
